Kamis, 12 Desember 2013

GUDEG WIJILAN

 profil gudeg wijilan

 

 

 



            Wijilan yang terletak di sebelah timur alun-alun utara tentu sudah tak asing bagi pencinta gudeg. Di daerah ini berderet sekitar 10 penjual gudeg kering dengan interior bersaing. Padahal dulu, sebelum menjadi sentra gudeg, hanya terdapat sekitar 5 penjual gudeg dengan interior sederhana. Ibu Slamet adalah orang pertama yang merintis usaha warung gudeg di tahun 1942. Beberapa tahun kemudian warung gudeg di daerah itu bertambah dua, yakni Warung gudeg Campur Sari dan Warung Gudeg Ibu Djuwariah yang kemudian dikenal dengan Gudeg Yu Djum yang begitu terkenal hingga kini. 
Gudeg Wijilan yang terletak di sebelah timur alun-alun utara tentu sudah tak asing bagi pencinta gudeg. Di daerah ini berderet sekitar 10 penjual gudeg kering dengan interior bersaing. Padahal dulu, sebelum menjadi sentra gudeg, hanya terdapat sekitar 5 penjual gudeg dengan interior sederhana. Ibu Slamet adalah orang pertama yang merintis usaha warung gudeg di tahun 1942. Beberapa tahun kemudian warung gudeg di daerah itu bertambah dua, yakni Warung gudeg Campur Sari dan Warung Gudeg Ibu Djuwariah yang kemudian dikenal dengan Gudeg Yu Djum yang begitu terkenal hingga kini. - See more at: http://www.jogjawae.com/gudeg-wijilan.html#sthash.vVioPXJR.dpuf

Rabu, 11 Desember 2013

Macam macam gudeg

Gudeg Jogja Yu Jum

Gudeg Yu Djum

Jalan Kaliurang Km 4,5 Karangasem CT III/22 Yogyakarta
Jam buka: 05.00-19.00
Tepat di teras sebuah rumah kayu sederhana, kamu akan disambut getaran pita suara dari seorang penyanyi keroncong tua. Di Yogyakarta, rumah kayu milik Gudeg Yu Djum ini merupakan tempat paling tenar untuk membeli gudeg kering.
Sayur nangka pada Gudeg Yu Djum menawarkan perpaduan manis dan gurih, enak banget di lidah. Dan, yang tak kalah enak adalah sambal goreng kreceknya yang bikin panas mulut. Krecek diiris tipis lalu dimasak menjadi sambal kering berwarna kekuningan. Ditambah telur pindang dan areh, sluuuurppp gudeg ini tambah nikmat saja.



Gudeg Gudeg Gudeg Gudeg

Sejak puluhan tahun lalu gudeg telah menjadi kuliner Jogja paling populer. Tak hanya sentra gudeg, hampir setiap sudut kota menyajikan masakan berbahan baku nangka muda ini. Gudeg kering pun menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak dicari.

GUDEG - Kuliner Jogja yang Paling Populer

Bila New York sering disebut sebagai "Big Apple" dan Jakarta sebagai "Big Durian", maka Jogja mungkin bisa disebut "Big Jackfruit" (=Nangka Raksasa) karena kuliner gudegnya yang begitu populer. Masakan lezat berbahan baku nangka muda ini seolah menjadi makanan wajib bagi siapa saja yang sedang berkunjung ke surga wisata di Pulau Jawa ini. Gori (nangka muda) yang bergetah dibersihkan sedemikian rupa kemudian dimasak dalam kuah santan bersama bumbu dan rempah-rempah selama berjam-jam. Setelah matang, gori menjadi empuk dan agak manis. Gudeg biasanya disajikan bersama sambal goreng krecek (kulit sapi) pedas, telur pindang, tahu dan tempe bacem, serta ayam opor atau ayam bacem. Sebagai sentuhan akhir, gudeg disiram areh gurih yang memberikan cita rasa khas yang tidak ada duanya. Nyam-nyam...

Gudeg Kering, Gudeg Basah, dan Gudeg Manggar

Mungkin bagi kebanyakan orang, gudeg adalah gudeg. Namun sebenarnya ada 3 jenis gudeg yang berbeda; gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. Gudeg basah disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih dan banyak diburu untuk menu sarapan pagi. Gudeg jenis ini dapat ditemukan di sepanjang Jalan Kaliurang kawasan Barek, Gudeg Batas Kota (Jl. Adisucipto depan Saphir Square) atau mbok-mbok penjual gudeg di pasar-pasar tradisional.
Gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan. Rasanya juga lebih manis. Gudeg jenis ini bisa tahan hingga 24 jam atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam lemari es sehingga banyak diburu orang sebagai oleh-oleh. Biasanya penjual mengemasnya dalam kardus, besek (kardus dari anyaman bambu) atau kendil tanah liat. Tidak perlu bingung kemana harus mencari karena sebagian besar warung gudeg seperti Gudeg @Yu-Narni (+62 274 867231; Jl. Palagan Tentara Pelajar 102), Gudeg Yu Djum (+62 274 515968; Jl. Kaliurang Km 4,5 Karang asem CT III/22), Gudeg Bu Ahmad (+62 274 520049; Jl. Kaliurang km 4,5), Gudeg Gudeg Bu Tjitro 1925 1925 (+62 274 564734; Jl. Janti 330), dan penjual gudeg di daerah Wijilan menjual oleh-oleh istimewa ini.
Selain gudeg nangka muda, Jogja juga memiliki gudeg manggar. Manggar alias bunga kelapa menghasilkan sensasi kelezatan tersendiri pada sajian kuliner ini. Bunganya terasa crunchy sementara tangkainya sekilas memiliki rasa mirip jamur tiram. Semakin terbatasnya persediaan manggar menyebabkan kuliner ini semakin susah ditemukan. Beberapa penjual terpaksa menutup warung dan hanya melayani pemesanan saja. Hanya beberapa tempat yang masih bertahan seperti beberapa kawasan di daerah Bantul dan Warung Makan Mbok Brewok (+62 274 445697; Jl. Parangtritis km.7).

Sentra Gudeg Wijilan dan Barek

Gudeg dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota Jogja. Namun kawasan Wijilan dan Barek lah yang paling kondang sebagai sentra gudeg. Wijilan berada tidak jauh dari kompleks Kraton Yogyakarta dan dapat dicapai dengan 10 menit berjalan kaki atau dengan naik becak. Diawali oleh Bu Slamet yang mulai berjualan sejak tahun 1946, kini sekitar 17 warung berderet memenuhi sisi Jl. Wijilan. Anda bisa memilih gudeg sesuai dengan selera. Gudeg Yu Djum (Jl. Wijilan 31) misalnya, menyajikan gudeg kering dengan rasa manis khas masakan Jogja. Kreceknya diiris kecil kemudian dimasak menjadi sambal goreng kering berwarna kekuningan. Jika menginginkan gudeg yang tidak terlalu manis, Anda bisa bertandang ke Gudeg Bu Slamet (+62 274 380429; Jl. Wijilan 17). Rata-rata warung gudeg di Wijilan buka dari jam 5.30 pagi hingga jam 8 malam, kecuali Gudeg Bu Tarto (Jl. Wijilan 15) yang buka 24 jam.
Bila Anda kebetulan sedang berada di belahan utara Yogyakarta, cobalah datang ke Barek. Setiap subuh, penjual gudeg berderet di pinggir jalan di sebelah utara kawasan Kampus UGM. Ketika pagi mulai menjelang dan pedagang-pedagang ini mengemasi dagangannya, masih ada warung gudeg Bu Ahmad (+62 274 520049; Jl. Kaliurang km 4,5) yang kondang hingga kalangan artis dan pejabat, Yu Djum (+62 274 515968; Jl. Kaliurang Km 4,5 Karang asem CT III/22), Yu Narni (+62 274 589687; Jl. Kaliurang km 4,5 Karangasem CT III/19), atau Bu Tini yang buka hingga malam. Warung-warung ini juga memberikan kesempatan bagi Anda yang ingin melihat secara langsung proses memasak gudeg.

Dini Hari hingga Tengah Malam

Jogja adalah kota yang tak pernah tidur. Salah satu nafas yang terus membuatnya terjaga adalah gudeg. Penjualnya silih berganti menggelar dagangan dari dini hari hingga tengah malam. Kala fajar tiba dan matahari belum keluar dari cakrawala, Wijilan dan Barek sudah mulai menggeliat dengan aktivitas warga berburu gudeg untuk menu sarapan mereka. Para penjual di sentra gudeg ini akan terus setia melayani pelanggan hingga jam 8 atau 9 malam. Anda tiba-tiba ingin merasakan kelezatan gudeg saat tengah malam buta? Jangan khawatir, Gudeg Batas Kota (Jl. Adisucipto depan Saphir Square) yang mulai buka pada jam 10 malam siap menggoda lidah Anda dengan rasa gudeg yang istimewa. Atau Anda bisa mencoba sensasi menikmati gudeg langsung di pawon (dapur) Gudeg Pawon (Jl. Janturan 36-38 Warungboto).
Harga (April 2011):
1 porsi gudeg: Rp 7.000 - Rp 35.000
1 paket gudeg kering untuk oleh-oleh: Rp 50.000 - Rp 150.000

Copyright © 2011 YogYES.COM

Minggu, 08 Desember 2013

Kunier Jogja


Berwisata ke suatu tempat belumlah lengkap tanpa mencicipi makanan khas daerah itu. Kadang-kadang sepiring hidangan dapat bercerita banyak hal tentang kehidupan masyarakat setempat; mulai dari selera, budaya, hingga semangat hidup mereka.
Melalui rangkaian liputan di bawah ini, kami mengajak anda untuk bertamasya lidah sekaligus melihat dari dekat potret kehidupan sehari-hari kawula Yogyakarta. Lokasi tempat makan yang kami liput ini memang tak selalu mudah ditemukan. Namun hal itu malah akan memberikan kepuasan tersendiri saat anda berhasil mencapainya, ditambah lagi harganya yang murah tak terkira. Berwisata kuliner di Yogyakarta akan membuat lidah anda bergoyang... zonder bikin kantong bergoncang.

Senin, 29 Juli 2013

Sejarah Gudeg


Sejarah Gudeg, Makanan Khas Yogyakarta


Gudeg, makanan khas jogja ini adalah salah satu makanan khas yang diminati oleh beberapa orang, rasanya yang khas dan manis membuat orang mudah ingat dengan makanan yang satu ini, gudeg adalah buah nangka muda (gori) direbus di atas tungku sekitar 100 derajat celcius selama 24 jam untuk menguapkan kuahnya. Sebagai lauk pelengkap, daging ayam kampung dan telur bebek dipindang yang kemudian direbus. Sedangkan rasa pedas merupakan paduan sayur tempe dan sambal krecek.

Gori atau nangka muda, adalah bahan baku utama gudeg yang lebih umum dikenal. Sebab di masa lalu, bahan baku ini sangat mudah diperoleh di kebun-kebun milik masyarakat Jogyakarta, dulu orang Jogya hanya mengenal satu jenis gudeg, yakni gudeg basah. Gudeg kering dikenal setelahnya, sekitar 57-an tahun dari saat sekarang ini. Hal ini setelah orang-orang dari luar Jogja mulai membawanya sebagai oleh-oleh. Keuntungannya, gudeg pun tumbuh sebagai home industry makanan tradisional di Jogja.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Jogja dan rasanya kurang lengkap jika belum menyantap gudeg di tempat ini. Tidak hanya rasanya tapi juga kemasan gudeg atau oleh-oleh khas Jogja ini dikemas menarik dengan menggunakan ‘besek’ (tempat dari anyaman bambu) atau menggunakan ‘kendil’ (guci dari tanah liat yang dibakar). Melengkapi sajian nasi gudeg akan lebih pas disertai minuman teh gula batu. Dijamin Anda akan ketagihan.


Berikut adalah Resep Membuat Gudeg Komplit. Gudeg adalah masakan khas daerah istimewa jogjakarta yang terbuat dari sayur nangka. Karena rasanya yang enak dan dan gurih membuat masakan khas jogjakarta ini disukai banyak orang. Bila anda kebetulan maen kejogja, belum lengkap rasanya jika belum mencoba masakan gudeg yang satu ini. Bagi anda ibu rumah tangga yang kebetulan jauh dari jogja dan ingin mencoba membuat gudeg sendiri dirumah, berikut akan saya berikan resep bagaimana membuat gudeg agar terasa enak dan mantap. Berikut adalah Resep Membuat Gudeg Komplit lengkap dengan bumbu dan cara membuatnya.

Resep Gudeg Komplit

Bahan-bahan :
  •  1 kg nangka yg tidak terlalu muda, potong-potong
  •  12 btr telur rebus ( kupas kalau ingin bumbunya lebih meresap )
  •  1000 cc air kelapa atau 1 sdt cuka
  •  10 lbr daun salam
  •  8 iris lengkuas ½ x 8cm yg diiris menurut panjangnya
  •  200 gr gula merah, iris halus
  •  2000 cc santan dari 1 butir kelapa
Bumbu yang dihaluskan :
  •  15 siung bawang merah
  •  10 siung bawang putih
  •  4,5 sdt ketumbar
  •  garam secukupnya
Cara membuat :
Tahap 1
  •  Karena butuh waktu lama untuk memasak, pakai panci beralas tebal.
  •  Alaskan daun salam didasar panci,taruh diatasnya irisan lengkuas.
  •  Campur bumbu halus dengan 500 cc air kelapa, aduk rata.
  •  Masukkan berturut turut potongan nangka muda, telur rebus, gula merah,
  •  siramkan bumbu halus yang dilarutkan dalam air kelapa atau cuka.
  • Tambahkan air kelapa secukupnya sebatas tinggi nangka dan
  • telur tadi agar terendam.
  •  Tutup panci rapat-rapat, masak diatas api sedang,
  • jangan dibuka-buka tutupnya selama kira-kira 2 jam.
Tahap 2
  •  Setelah 2 jam lihat apakah airnya sudah tinggal sedikit,
  • angkat dulu telurnya dan sisihkan sementara agar tidak hancur.
  •  Masukkan santan, aduk-aduk dengan sendok kayu
  • sambil menghancurkan potongan nangka.
  •  Masukkan kembali telurnya sampai sedikit terkubur dalam nangka.
  •  Masak lagi dengan api kecil selama minimal 3½ jam.
  •  Aduk sesekali sampai santan habis.
  •  Gudeg akan cantik berwarna coklat kemerahan dengan
  • cairan yang sedikit dan kental.
  •  Siramkan areh/kuah opor ayam kental diatas gudeg nangka ini
  • secukupnya pada saat dihidangkan.
Pelengkap Gudeg :
  • Bumbu Areh, Opor Ayam & Tahu, Sambal Goreng Krecek Bumbu Areh
  • gunakan kuah opor ayam tahu yang sedap dan santannya kental,
  • areh tradisional hanya santan yang cuma dibubuhi garam dan daun salam saja.
OPOR AYAM TAHU
Bahan :
  •  2 ekor ayam, potong 8, goreng setengah matang
  •  4 buah tahu putih besar, potong 4, goreng
  •  2250 cc santan dari 3 butir kelapa ( pisahkan kental dan encer )
  •  4 sdt gula merah
  •  3 btg serai, memarkan
  •  6 lbr daun jeruk purut
  •  minyak goreng untuk menumis
  • Bumbu yang dihaluskan :
  •  18 btr bawang merah
  •  18 siung bawang putih
  •  15 btr kemiri sangrai
  •  1 sdt ketumbar sangrai
  •  1,5 sdt jintan sangrai
  •  3 cm langkuas
  •  garam secukupnya
Cara Membuat OPOR AYAM TAHU :
  • Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum, tuangi santan cair.
  •  Masukkan gula, serai, daun jeruk purut, didihkan.
  •  Masukkan ayam dan tahu yang telah digoreng sampai kuah tinggal setengah.. Masukkan santan kental, timba-timba agar santan tidak pecah.
  •  Masak terus sampai santan agak mengental
SAMBAL GORENG KRECEK
Bahan :
  • 300 gr krupuk krecek khusus masakan
  • 200 gr kacang tolo
  • 50 gr cabe rawit
  • 1 sdt asam
  • 2 ltr santan dari 1 butir kelapa
  • 3 lbr daun salam
  • 6 cm lengkuas, memarkan
  • 100 gr cabe merah besar, rebus, blender halus
  • 100 cc minyak goreng
  • garam secukupnya
  • gula merah secukupnya
  • Bumbu yang dihaluskan :
  • 12 btr bawang merah
  • 12 siung bawang putih
Cara Membuat SAMBAL GORENG KRECEK :
  •  Cuci kacang tolo sampai bersih, masukkan dalam air mendidih dipanci.
  • Diamkan selama 2 jam, hingga kacang mengembang.
  •  Rebus kembali, didihkan selama kurang lebih 10 menit.
  •  Tiriskan dan bilas dengan menyiramkan air
  • sampai bilasannya jernih.
  •  Rendam krecek dgn air biasa hingga lunak,
  • peras airnya agar krecek tidak hancur.
  • Bilas dan peras lagi beberapa kali,
  • sampai keluar semua minyak dan airnya jernih.
  •  Tumis cabe merah halus dengan minyak goreng,
  • hingga minyaknya keluar, sisihkan.
  •  Tumis bumbu yang dihaluskan dengan
  • sedikit minyak tumisan cabe sampai harum,
  • masukkan serai, daun jeruk purut.
  •  Tuangi santan cair, didihkan, bubuhi garam dan gula.
  •  Masukkan Kacang Tolo, masak sampai matang,
  • kemudian masukkan kreceknya dan santan kental.
  •  Aduk agar santan tidak pecah,
  • setelah agak mengental masukkan cabe rawit.
  •  Masak terus sampai kuah mengental,
  • dan minyak berwarna merah cerah mengambang dipermukaan.